Sejumlah Mahasiswa Menyambangi Mapolda Riau Beri Ingatkan Polisi Tentang Kemanusiaan

65
Sejumlah Mahasiswa Menyambangi Mapolda Riau Beri Ingatkan Polisi Tentang Kemanusiaan

Pekanbaru, MitraNews24.com – Sejumlah mahasiswa dari beberapa universitas di Pekanbaru bersama rakyat Riau turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan rakyat di depan kantor Polda Riau, Senin (1/9/2025) dini hari.

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, tapi teriakan perlawanan terhadap represifitas, pungli, dan ketidakadilan aparat yang selama ini membungkam suara rakyat.

“Kami berdiri di sini bukan untuk mencari sensasi, tapi untuk menuntut hak rakyat! Polisi lahir untuk melindungi, bukan menindas!” pekik salah satu orator aksi Risky Ahmad Fauzi disambut sorak sorai massa yang memenuhi depan Polda Riau.

Aksi ini diikuti oleh beberapa kampus diantaranya Univeristas Muhammadiyah Riau, STIE Riau, stikes payung negeri dan beberapa elemen masyarakat serta mengusung tujuh tuntutan keras yang ditujukan langsung kepada Kapolda Riau.

Baca Juga : 6 Alasan Orang Indonesia Berobat ke Malaysia, Selain Bisa Jalan-Jalan

Adapun tuntutannya sebagai berikut.
1. Akhiri segala bentuk kekerasan dan represifitas aparat terhadap mahasiswa dan rakyat kecil.
2. Bersihkan Polri dari pungli dan korupsi yang merajalela, baik di jalanan maupun internal kepolisian.
3. Hentikan budaya “oknum” – semua pelanggaran aparat harus dibuka ke publik, bukan ditutupi.
4. Polisi kembali ke jalannya: pengayom dan pelindung rakyat, bukan alat kekuasaan.
5. Tindak tegas kejahatan nyata di Riau: tambang ilegal, narkotika, kekerasan terhadap anak, hingga kriminalitas yang meresahkan.
6. Reformasi total Polri dari akar: sistem rekrutmen, pendidikan, hingga disiplin aparat.
7. Stop kriminalisasi suara rakyat

Mahasiswa dan rakyat menilai institusi kepolisian tengah kehilangan kepercayaan publik akibat praktik represif dan korupsi yang dibiarkan. Mereka menegaskan Kapolda Riau harus segera merespons, bukan lagi dengan janji manis, tapi tindakan nyata.

“Kami tidak akan berhenti! Kami akan terus turun ke jalan sampai rakyat benar-benar merasakan keadilan. Jika Kapolda Riau menutup mata, sejarah akan mencatatnya sebagai pengkhianat reformasi!” tegas korlap aksi Risky.

Aksi ini berlangsung dengan lantang, membawa spanduk bertuliskan demokrasi tanpa kekerasan,dan pekikan seruan agar polisi kembali ke khitahnya sebagai pelindung rakyat. Massa aksi menegaskan, perjuangan hari ini adalah suara hati nurani rakyat Riau. (rls/Oz)

 

Berobat ke Malaysia