MitraNews24.com, Pekanbaru – Gerakan Cipayung Plus tampaknya belum berhenti mendesak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut defisit anggaran sebesar Rp 1,76 triliun di Riau.
Rabu malam (16/7/2025), spanduk-spanduk berisi seruan keras muncul di sejumlah titik strategis Kota Pekanbaru, terutama di sekitar Kantor DPRD Riau. Spanduk itu memuat tulisan bernada tajam seperti:
“Transparansi harga mati, usut dugaan persekongkolan anggaran”

“APBD naik tajam, utang membengkak, DPRD jangan tutup mata”
“APBD 2025 berdarah, dihisap vampir di 2024”
Disertai dengan tagar:
#Desak_Pansus #Bongkar_Aliran_Dana_Defisit #Cipayung_Plus #Riau_Terancam_Korupsi #Riau_Berdarah
Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau, Alpin Jarkasi Husein, membenarkan bahwa spanduk tersebut memang dipasang bersama rekan-rekan Cipayung plus. Ia mengatakan, pemasangan dilakukan di sekitar Kantor DPRD Riau agar bisa langsung terbaca oleh para anggota dewan yang melintas. Selain itu, juga dipasang di Fly Over Mall SKA dan JPO di Panam Aulia Hospital.
Namun sayangnya, spanduk-spanduk itu hanya bertahan beberapa jam sebelum diturunkan. Hal serupa pernah terjadi saat Cipayung Plus mengirim papan bunga ke kantor dewan beberapa waktu lalu.
Saat ditanya apakah ini merupakan respons atas pernyataan Ketua DPRD Riau Kaderismanto yang menunda pembentukan pansus, Alpin tidak membantah. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kekecewaan kami Cipayung Plus atas sikap sebagian anggota dewan yang terkesan menghindar dari tanggung jawab.
“Terutama Ketua Komisi V, Indra Gunawan Eet, yang kami nilai tidak mewakili suara rakyat. Ia justru tampak lebih mementingkan kepentingan kelompok penguasa,” tegas Alpin. (rls/ozora)



















